Sabtu, 24 Oktober 2009

tanggung jawab (lagi)

Diposting oleh .small pieces. di 05.26
Yeah, nyetir mobil mendatangkan beberapa masalah buat gue =( *not all that glitters are gold, rite?*

Awal masalahnya cuma satu hal simpel sih... Gue nabrak mobil orang.Jadi ceritanya, gue baru beres kuliah dan mau jemput adik gue di sekolahnya. Berhubung jam-jam itu jam-jamnya bubaran kelas, jalan jadi penuh sama mobil-mobil yang mau anter jemput.

Di salah satu perempatan deket sekolah, macett banget, penuh, dan mobil-mobil tu udah kaya semut yang baris pelan-pelan. Nah, di perempatan itu gue mau lurus, tapi mobil-mobil di seberang sana tu pada ngotot mau belok kanan, jadi otomatis mobil gue kehalangan terus. Padahal seharusnya mereka masih belum boleh belok kanan lho, kan giliran gue!

Setelah gue nunggu beberapa lama, akhirnya ada mobil baik hati yang ngasih gue jalan lurus. Nah, di depan mobil baik hati itu ada mobil *sebut aja* X yang udah belok kanan. Setelah mobil X itu lewat, gue pun lurus. Tapi berhubung gue yang baru pulang kuliah itu lagi capek dan ngantuk dan nggak konsen... DUAKKK! Bemper mobil X itu ketabrak! Kaca jendela kursi penumpangnya terbuka dan tampaklah muka seorang wanita 30an ngasih gue isyarat untuk ke pinggir.

Nah, dia kan dari arah berlawanan gue belok ke kanan, sedangkan gue lurus, dan setelah ngasih isyarat supaya gue ke pinggir mobilnya malah menjauh. Lho?? Ya sudahlah, gue pun melaju terus di jalanan yang macet.
"Mbak, bisa tolong ke pinggir sebentar?"

Oh-oh, I'm in trouble.

Di jalanan yang super penuh itu, gue susah payah nyari celah buat ke pinggir. Wanita itu udah nunggu di pinggir jalan. Gue pun turun dari mobil. Panik dan takut nyampur jadi satu *nabrak pertama kali siih*

Potongan-potongan kalimat yang gue inget dari pembicaraan kami:
"... maaf... iya, bemper saya sampai coplok sebelah... mau lihat...?"

Dan benar apa yang dia bilang: bemper belakang kirinya coplok *jauh banget sama keadaan mobil gue yang sekuat tank baja, tabrakan tadi nggak berbekas*

Wanita itu cukup baik dan sopan. Meskipun kelihatan gue ini masih anak kuliahan, dia nggak marah-marah, maki-maki atau sejenisnya. Dia cuma minta no hp gue karena katanya "takut ada apa-apa".

Beberapa hari kemudian, dia berusaha menghubungi gue, tapi nggak gue gubris. Gue tahu ini jahat, gue juga yang salah, tapi gue terpaksa. Gue lagi nggak punya uang banget. Gue takut.

Singkat cerita, akhirnya dia sms gue, inti isinya dia bilang nggak apa-apa kalau gue nggak mau tanggung jawab, biar nanti Tuhan yang bales perbuatan gue. Dia berharap lain kali gue bisa lebih tanggung jawab.

Gue lega, karena gue anggap masalah itu selesai dengan cara kekeluargaan *maksa banget ya?*

Tapi yang namanya karma itu memang ada.

Sekitar dua minggu sejak kejadian itu, gue kena balasannya: STNK gue ilang dengan sangat mengenaskan *saking mengenaskannya lebih baik nggak usah dibahas lebih lanjut di sini*

Damn! Seminggu penuh gue nggak bisa nyetir!

Moral of the story:
1. be responsible
2. treat others the way you want to be treated *nggak mau kan mobil lo ditabrak orang trus orangnya kabur begitu aja?*
3. carma does exist, so... be careful

P.S. Mbak yang mobilnya saya tabrak, saya bener-bener minta maaf ya... Lagipula seperti kata Mbak, saya udah nerima balasannya. Akhirnya saya mengeluarkan biaya cukup besar juga untuk membuat STNK baru :/

0 komentar on "tanggung jawab (lagi)"

Posting Komentar

 

.small pieces. Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez